selamat datang

haloo semua,,
selamat datang di blog saya, mari kita berbagi.. :)

Selasa, 11 Oktober 2011

Makalah Kewirausahaan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kewiirausahaan atau kegiatan berwirausaha dapat dikatakan membantu perkembangan perekonomian Negara dengan menyediakan pekerjaan dan memproduksi barang dan jasa bagi konsumen dalam negeri maupun di luar negeri (Ade,2009a). kewirausahaan di pandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Proses kewirausahaan diawali oleh inovasi yang dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal misalnya Locus of Control, toleransi nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor eksternal berupa peran, aktivitas, peluang, organisasi, dan keluarga.
Dalam kehidupan sehari-hari masih banyak orang yang menafsirkan dan memandang bahwa kewirausahaan adalah identik dengan apa yang dimiliki dan dilakukan oleh usahawan atau wiraswasta. Pandangan tersebut kurang tepat karena jiwa dan sikap kewirausahaan tidak hanya dimiliki oleh usahawan namun juga oleh setiap orang yang berfikir kreatif dan bertindak inovatif.
Seorang wirausahawan yang berhasil selalu mampu dan memiliki kompetensi untuk menghadapi setiap resiko atau peluang yang muncul. Beberapa karakteristik yang harus dimiliki wirausahawan agar dapat menjalankan kegiatan wirausaha dengan baik menurut (Ade,2009b) antara lain: 1) percaya diri, 2) berorientasikan tugas dan hasil, 3) sikap pengambil resiko,4) kepemimpinan, 5) keorisinilan, 6) berorientasi ke masa depan, 7) jujurdan tekun. Keseluruhan karakteristik tersebut dapat dicapai hanya bila wirausahawan memiliki motivasi untuk menjadikan usahanya berhasil. Oleh sebab itu, penulis ingin mengungkapkan keterkaitan antara motivasi berprestasi dengan kewirausahaan dalam makalah ini yang berjudul “Motivasi Berprestasi dalam Berwirausaha”
B. Rumusan Masalah

Dalam makalah ini penulis mengangkat rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana keterkaitan antara motivasi berprestasi dengan kewirausahaan
2. Bagaimana cara menumbuhkan motivasi berprestasi dengan berwirausaha

C. Tujuan

Dari rumusan masalah yang ada,maka tujuan yang akan dicapai oleh penulis adalah:
1. Mengetahui keterkaitan antara motivasi berprestasi dengan kewirausahaan
2. Mengetahui cara menumbuhkan motivasi berprestasi dalam berwirausaha



BAB II
LANDASAN TEORI


A. Inti dan Hakekat Kewirausahaan

Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Kewirausahaan (entrepreneurship) merupakan kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya tenaga penggerak, siasat, proses untuk mencapai peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inovatif demi terciptanya peluang (Drucker,1959). Suryana (2003) mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengolahan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda melalui :
1. Pengembangan teknologi baru
2. Penemuan pengetahuan ilmiah baru
3. Perbaikan produk barang dan jasa yang ada
4. Penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya lebih efisien
Beberapa Jenis Kewirausahaan (Williamson, 1961)
• Innovating Entrepreneurship Bereksperimentasi secara agresif, trampil mempraktekkan transformasi-transformasi atraktif
• Imitative Entrepreneurship Meniru inovasi yang berhasil dari para Innovating Entrepreneur
• Fabian Entrepreneurship Sikap yang teramat berhati-hati dan sikap skeptikal tetapi yang segera melaksanakan peniruan-peniruan menjadi jelas sekali, apabila mereka tidak melakukan hal tersebut, mereka akan kehilangan posisi relatif pada industri yang bersangkutan.
• Drone Entrepreneurship Drone = malas. Penolakan untuk memanfaatkan peluang-peluang untuk melaksanakan perubahan-perubahan dalam rumus produksi sekalipun hal tersbut akan mengakibatkan mereka merugi diandingkan dengan produsen lain
Proses kewirausahaan diawali dengan suatu aksioma,yaitu adanya tantangan. Dari tantangan akan timbul gagasan, kemauan, dan dorongan untuk berinisiatif. Yang selanjutnya berujung pada proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda. Tahap proses penciptaan yang baru dan berbeda itulah yang disebut Tahap Kewirausahaan. Beberapa ciri dan watak dari seorang wirausahawan menurut Gooffrey G. Meredith (1996; 5-6) antara lain:

Ciri& Watak

1 Percaya diri
Keyakinan, ketidaktergantungan,individualistis, dan optimism

2 Berorientasi pada tugas dan hasil
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif

3 Pengambilan resiko
Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan

4 Kepemimpinan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik

5 Keorisinilan
Inovatif dan kreatif serta fleksibel

6 Berorientasi ke masa depan
Pandangan ke depan, perspektif

7 Jujur dan tekun
Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja


Fungsi dan peran kewirausahaan dapat dilihat dari dua pendekatan. Yaitu sevara mikro dan makro. Secara mikro, wirausaha memiliki dua peran yaitu sebagai penemu (innovator) dan perencana (planner). Secara wirausaha adalah menciptakan kemakmuran, pemerataan kekayaan, dan kesempatan kerja yang berfungsi sebagai mesin pertumbuhan perekonomian suatu Negara.
Modal kewirausahaan tidak selalu identik dengan modal yang berwujud (tangible) seperti uang dan barang, tetapi juga modal yang tak berwujud (intangible) seperti modal intelektual, modal social, modal moral, dan modal mental yang dilandasi agama. Secara garis besar modal kewirausahaan dapat di bagi menjadi empat jenis yaitu modal intelektual, modal social dan moral, modal mental, serta modal material.

B. Pengertian Motivasi

Motivasi merupakan suatu keadaan yang menyebabkan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan atu aktivitas untuk mencapai tujuan (Crow.A,1983). Sedangkan menurut Teeven dan Smith (1967) motivasi merupakan konstruksi yang mengaktifkan perilaku, sedangkan komponen yang lebih spesifik dari motivasi yang berhubungan dengan tipe perilaku tertentu disebut motif.
Motivasi yang terdapat dalam individu akan terealisir dalam suatu perilaku yang mengarah pada tujuan yang diinginkan untuk memperoleh kepuasan. Atas dasar pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa motif ataupun motivasi dapat memberikan kekuatan, dorongan, untuk menggerakkan diri seseorang dalam perilaku tertentu dan sekaligus memberikan arahan terhadap diri seseorang untuk merespon atau melakukan kegiatan ke arah pencapaian tujuan.

C. Pengertian Motivasi Berprestasi

Motif berprestasi merupakan sebagai dorongan yang berhubungan dengan prestasi yaitu menguasai, mengatur lingkungan social, atau fisik, mengatasi rintangan dan memelihara kualitas kerja yang tinggi, bersaing melebihi prestasi yang lampau dan mempengaruhi orang lain (Hall dan Lindzey). Sedangkan motivasi berprestasi itu sendiri merupakan motif yang mendorong individu dalam mencapai sukses dan bertujuan untuk berhasil dalam kompetisi dengan beberapa ukuran keberhasilan, yaitu dengan membandingkan prestasinya sendiri sebelumnya maupun dengan prestasi orang lain (Mc Clelland dan Heckhausen). Individu yang mempunyai motif berprestasi yang tinggi mempunyai motif untuk meraih sukses.

Enam sifat individu yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi menurut Heckhausen antara lain:
1.Lebih mempunyai kepercayaan dalam menjalankan tugas yang berhubungan dengan prestasi
2.Mempunyai sikap yang berorientasi ke masa depan dan lebih dapat menangguhkan pemuasan untuk dapat menjalankan penghargaan
3.Memilih tugas yang kesukarannya sedang
4.Tidak suka membuang-buang waktu
5.Dalam mencari pasangan lebih suka yang memiliki kamauan dari pada simpatik
6.Lebih tangguh dalam suatu tugas

Factor-faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi antara lain:
1. Inteligensi
Adalah kemauan mental yang kompleks yang ada pada diri seseorang. Makin tinggi inteligensi seseorang maka akan semakin cepat dan cermat dalam membaca, mmemahami dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dan semakin tinggi pula tingkat kreativitas yang dilakukan untuk berprestasi.
2. Kebutuhan dan Pendidikan
Tiungkat pendidikan serta variasi, macam keilmuan yang dikuasai akan melatarbelakangi sikap hidup, konsep diri dan perilaku seseorang dalam menghadapi macam dan tingkat kebutuhan baik yang berasal dari dalam diri maupun dari luar individu dalam kehidupan sehari-hari. Makin inggi tingkat pendidikan seseorang makin luas cakupan pengetahuan yang dikuasai atau diperolehnya baik secara teoritis maupun praktis.


Wirausaha yang memiliki motivasi ini selalu ingin berprestasi/ meraih yang terbaik, umumnya memiliki ciri-ciri :
•Ingin mengatasi sendiri kesulitan-kesuliatan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
•Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk dapat mengukur keberhasilan atau kegagalan
•Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi
•Berani menghadapi resiko dengan penuh tantangan
•Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang.





BAB III
PEMBAHASAN


A. Keterkaitan antara Motivasi Berprestasi dengan Kewirausahaan

Motivasi berkaita dengan suatu tujuan, dengan kata lain motivasi berfugsi sebagai pendorong usaha dalam pencapaian prestasi. Ha ini berarti motivasi berprestasi sangat diperlukan oleh seorang wirausahawan untuk memajukan usahanya. Oeh sebab itu, dengan memiliki motvasi berprestasi dalam menjalankan wirausaha seorang wirausahawan akan mampu berpikir inovatif, dan kreatif serta memiliki semangat juang ( motivasi berprestasi) dalam mengembangkan usaha yang dirintisnya.
Contonya seorang wirausahawan konveksi busana muslim anak-anak di Surabaya. Pada awalnya dia memulai usaha koveksi busana muslim anak-anak tebatas hanya di daerah sekitar tempat tinggalnya. Bahkan kegiatan produksi yang dalam hal ini menjahit busana muslim dikerjakannya sendiri secara langsung. Hal ini disebabkan terbatasnya modal yang dimiliki dan kurangnya kepercayaan diri untuk mencoba memasarkan busana muslim anak-anak tersebut di luar kota tempat tinggalnya. Namun hal ini mulai berubah ketika dia mendapatkan pesanan baju busana musim dari luar daerah tempat tinggalnya. Peristiwa ini mampu menumbukan motvasi berprestasi pada pengusaha tersebut yang pada akhirnya mendorongnya untuk mengajukan pinjaman di bank untuk mengajukan usahanya. Tidak berhenti sampai di situ, wirasahawan tersebt semakin intents encari ide-ide baru untuk mengembangn motif dan model produk busana muslimnya. Saat ini wirausahawan tersebut telah mampu memasarkan produknya ke kota-kota besar di Pulau Jawa(“Program Hidup Ini Indah” Trans TV, 2009)
Pengembangan motiasi berprestasi dalam rangka mengembangkan mental kewirausahaan akan menghasilan manusia yang memiliki potensi, produktif, dan tangguh dalam mencapai tujuan yang diharakan. Dengan demikian keberadaan motivasi berprestasi dapat memberikan dorongan untuk mencapai penghargaan dan kepuasan yang mengarah pada usaha di masa datang.
Wirausaha yang memiliki motivasi ini selalu ingin berprestasi/ meraih yang terbaik, umumnya memiliki ciri-ciri :
•Ingin mengatasi sendiri kesulitan-kesuliatan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
•Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk dapat mengukur keberhasilan atau kegagalan
•Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi
•Berani menghadapi resiko dengan penuh tantangan
•Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang.

B. Cara Menumbuhkan Motivasi Berprestasi dalam Berwirausaha

Motivasi berprestasi sangat dibutuhkan dalam berwirausaha. Karena dengan memiliki motivasi berprestasi akan menumbuhkan inovatif, kreatif, serta semangat untuk memajukan usaha yang dikelola.
Berikut adalah alur yang menunjukkan keterkaitan antara motivasi dengan kewirausahaan.

Beberapa cara menumbuhkan motivasi berprestasi dalam berwirausaha antara lain:
•Dengan paksaan (by force) atau melalui perintah atau instruksi bersifat memaksa. Pada awalnya subyek akan melakukan tugas didasarkan pada rasa takut apabila menolak tugas tersebut. Metode ini sangat tepat dilaksanakan oleh mentor/coach kepada orang yang ingin maju tetapi tidak menyadari potensi raksasa di dalam dirinya
•Dengan persuasif (persuasion) melalui cerita-cerita yang menarik, sehingga subyek terpikat dan atas kemauan sendiri meniru gambaran tentang keberhasilan orang lain. Metode ini tepat untuk menumbuhkan motivasi wirausahawan yang belum banyak memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang kewirausahaan.
•Dengan stimulasi (stimulation) melalui gambaran dan petunjuk, sehingga subyek tertarik dan timbul inisiatif sendiri untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Metode stimulasi ini akan lebih baik, bila diterapkan pada subyek yang sudah memahami permasalahan kewirausahaan.
•Belajar dari konsep 3M
* Mulai dari yang kecil
* Mulai dari diri sendiri
* Mulai saat ini juga




BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa:

1.Motivasi berprestasi sangat diperlukan oleh seorang wirausahawan untuk memajukan usahanya, karena dengan memiliki motivasi berprestasi dalam manjalankan wirausaha seorang wirausahawan akan mampu berfikir inovatif, dan kreatif.

2.Beberapa cara untuk mengembangkan motivasi berprestasi dalam berwirausaha antara lain:
•Dengan paksaan (by force) atau melalui perintah atau instruksi bersifat memaksa. Pada awalnya subyek akan melakukan tugas didasarkan pada rasa takut apabila menolak tugas tersebut. Metode ini sangat tepat dilaksanakan oleh mentor/coach kepada orang yang ingin maju tetapi tidak menyadari potensi raksasa di dalam dirinya
•Dengan persuasif (persuasion) melalui cerita-cerita yang menarik, sehingga subyek terpikat dan atas kemauan sendiri meniru gambaran tentang keberhasilan orang lain. Metode ini tepat untuk menumbuhkan motivasi wirausahawan yang belum banyak memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang kewirausahaan.
•Dengan stimulasi (stimulation) melalui gambaran dan petunjuk, sehingga subyek tertarik dan timbul inisiatif sendiri untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Metode stimulasi ini akan lebih baik, bila diterapkan pada subyek yang sudah memahami permasalahan kewirausahaan.
•Belajar dari konsep 3M
* Mulai dari yang kecil
* Mulai dari diri sendiri
* Mulai saat ini juga

B.Saran

Seperti kita ketahui bahwa motivasi berprestasi ini sangat penting dalam pembentukan sikap berwirausaha. Karena seperti sudah diketahui, bahwa seorang wirausahawan harus mampu berfikir kreatif, dan inovatif, serta memiliki semangat juang yang tinggi, sehingga mampu menanggung segala resiko dalam pengambilan keputusan. Maka kami dari penulis menyarankan, kita sebagai manusia hendaknya mengetahui potensi dalam berwirausaha yang ada dalam diri kita, karena jika seseorang dapat memahami potensi yang ada dalam dirinya maka itu akan mendorongnya untuk memperbaiki kinerjanya dan berupaya untuk meningkatkan lebih tinggi lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Adesyams. 2009a. Hakikat dan Konsep Dasar Kewirausahaan. (Online). (http://adesyams.blogspot.com/2009/06/hakikat-dan-konsep-dasar-kewirausahaan.html diakses tanggal 13 Nopember 2009)

Adesyams. 2009b. Karakteristik-sikap-dan perilaku. (Online). (http://adesyams.blogspot.com/2009/09/karakteristik-sikap-dan-perilaku.html diakses tanggal 13 Nopember 2009)

Adesyams. 2009c. Karakteristik Wirausaha. (Online). (http://adesyams.blogspot.com/2009/09/karakteristik-wirausaha.html diakses tanggal 13 Nopember 2009)

Adesyams. 2009d. Ciri dan Watak Wirausaha. (Online). (http://adesyams.blogspot.com/2009/06/ciri-dan-watak-wirausaha.html diakses tanggal 13 Nopember 2009)

Adesyams. 2009e. Faktor-faktor motivasi berwirausaha. (Online). (http://adesyams.blogspot.com/2009/06/faktor-faktor-motivasi-berwirausaha.html diakses tanggal 13 Nopember 2009)

Adesyams. 2009f. Tentang Kewirausahaan. (Online). (http://adesyams.blogspot.com/2009/09/tentang-kewirausahaan.html diakses tanggal 13 Nopember 2009)

Dosen FIP UM. 2009. Motivasi Belajar dan Analisis Kebutuhan untuk Peningkatan Motivasi Berprestasi Mahasiswa Universitas Negeri Malang. (http://dosen.fip.um.ac.id/sadun/2009/08/motivasi-belajar-dan-analisis-kebutuhan-untuk-peningkatan-motivasi-berprestasi-mahasiswa-universitas-negeri-malang/ diakses tanggal 13 Nopember 2009)

Herlinawati. 2009. Motivasi Proses Terbentuknya Wirausaha. (Online). http://blog.unila.ac.id/herlinawati/files/2009/10/p2-motivasi-proses-terbentuknya-wirausaha.ppt diakses tanggal 13 Nopember 2009

http://www.panduan-sukses.com/wirausaha-sukses-motivasi-berwirausaha-ii/ diakses tanggal 13 November 2009

http://akuntansi.fkip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/bab-2-sikap-mental-wirausaha.ppt diakses tanggal 13 Nopember 2009

Riani, Asri Laksmi dkk. 2005. Dasar-Dasar Kewirausahaan. Surakarta: UNS Press

Suryana dkk. 2006. Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Suksebs. Jakarta: Salemba Empat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar